Senin, 07 Januari 2013

Pro dan Kontra UN


Pro Dan Kontra Ujian Nasional (UN)

 Pelaksanaan ujian nasional hingga saat ini masih saja menimbulkan berbagai

kontroversi, terkait berbagai kecurangan dalam pelaksanaannya. Menjelang

pelaksanaan ujian nasional, jutaan siswa dari tingkat SD, SMP dan SMA
sering dilanda ketakutan tidak mampu menempuh ujian nasional dengan
baik.
 Wujud ketakutan atau lebih tepatnya ketidak percayaan diri para siswa menghadapi ujian nasional
umumnya ditunjukkan dengan menggelar acara istighosah atau doa bersama.
Bahkan, sebagian siswa juga berupaya memperoleh bocoran soal ujian
nasional dengan berbagai cara. Parahnya, kondisi tersebut dimanfaatkan
oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab untuk melakukan jual beli soal
ujian nasional. 
http://www.allsharezone.com/2012/04/pro-kontra-un.html

Ujian Nasional, Momok Para Siswa

       Ujian nasional tampaknya telah menjadi momok tersendiri bagi dunia pendidikan

nasional saat ini. Ketakutan para siswa sesungguhnya cukup beralasan
mengingat tingginya angka ketidak lulusan siswa sejak kebijakan ujian
nasional dengan standar nilai kelulusan relatif tinggi diberlakukan. 
      Dan lebih memprihatinkan, sebagian siswa yang tidak lulus ujian
nasional termasuk siswa berprestasi di sekolahnya. Ujian Nasional
merupakan kebijakan yang dikeluarkan oleh Kementrian Pendidikan
Nasional/ Kemendiknas sebagai sebuah sistem evaluasi standar pendidikan
dalam rangka quality control pendidikan secara nasional.
      Ujian nasional dilaksanakan di tingkat SD, SMP dan SMK sederajat untuk
menilai kompetensi lulusan dengan ukuran standar nasional pada mata
pelajaran tertentu. Hasil ujian
nasional berguna untuk: 

  1. Sarana pemetaan mutu program dan satuan pendidikan.
  2. Dasar penentuan kelulusan peserta didik, dan acuan untuk masuk jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
  3. Bahan evaluasi mutu pendidikan secara nasional. 
       Kemendiknas menerapkan standar kelulusan tertentu pada setiap pelaksanaan Ujian

Nasional. Standar kelulusan ujian nasional yang ditetapkan oleh
Kemendiknas adalah setiap peserta didik yang menempuh ujian nasional
wajib memiliki nilai rata-rata minimal 5,50 berlaku untuk semua mata
pelajaran yang diujikan. Khusus untuk para siswa SMK, nilai praktik
kejuruan akan ditambahkan pada standar kelulusan ujian dengan poin
minimal 7,00.


Pro Dan Kontra Ujian Nasional

       Pelaksanaan ujian nasional tak pelak telah menimbulkan pro dan kontra di kalangan

masyarakat. Para pengamat pendidikan banyak yang menyayangkan nilai
ujian nasional yang dijadikan tolok ukur kelulusan peserta didik yang
telah menempuh pendidikan selama bertahun-tahun.
      Mata pelajaran tertentu yang diujikan dalam ujian nasional seharusnya tidak
dijadikan tolok ukur murni standar kelulusan peserta didik karena mata
pelajaran tersebut dianggap tidak mencerminkan prestasi peserta didik
secara keseluruhan. Namun, pihak yang pro ujian nasional mengatakan
bahwa ujian nasional meerupakan sebuah tolok ukur murni untuk mengetahui
sejauh mana tingkat penyerapan peserta didik terhadap imlu yang
diberikan selama menempuh pendidikan. 
Mata pelajaran yang diujikan sebagai materi ujian nasional adalah sebagai berikut:

1. Materi ujian nasional SMA/ MA:

  • Program IPA: Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Kimia, Biologi, dan Fisika.
  • Program IPS: Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Sosiologi, Geografi, dan Ekonomi.
  • Program Bahasa: Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Bahasa Asing lain
    yang diambil, Sejarah Budaya/Antropologi, dan Sastra Indonesia.
  • Program Keagamaan: Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Ilmu Tafsir, Ilmu Hadis, dan Ilmu Kalam.

2. Materi Ujian nasional SMK:

Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Teori Kejuruan, dan Praktik Kejuruan. 

3. Materi Ujian Nasional SMP/ MTS:

Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, IPA (Ilmu Pengetahuan Alam). 

4. Materi ujian nasional SD/ MI:

Matematika, Bahasa Indonesia, IPA. Ujian nasional

Tahun 2012 lalu secara serentak dilaksanakan mulai 16 April 2012 untuk

peserta didik tingkat SMA/MA dan SMK. Berdasarkan data Kemendiknas,
jumlah peserta ujian nasional tercacat sebanyak 2.580.446 siswa yang
terdiri dari 1.234.921 siswa SMA/SMALB (47,77 persen), 303.601 siswa MA
(11,77 persen), dan 1.041.924 siswa SMK (40,45 persen). 
     Menurut kemendiknas, distribusi naskah ujian nasional dipetakan dalam beberapa
wialyah, meliputi Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Lampung,
Kalimantan Tengah. Kemudian, Aceh, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatra
Selatan, Bangka Belitung, Bengkulu, DKI Jakarta, Banten, Jawa Tengah, DI
Yogyakarta, dan Kalimantan barat.
      Sedangkan wilayah lainnya mencakup Jawa Barat, Jawa Timur Sulawesi Barat,
Gorontalo, Maluku, Maluku Utara, Papua, dan Papua Barat. Serta terakhir,
meliputi Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, NTB, Bali, Sulawesi
Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, dan NTT.  
       Distribusi soal ujian nasional tingkat SMA/MA dan SMK diprioritaskan di kawasan
kepualuan yang relatif jauh dulu, untuk mengantisipasi adanya
keterlambatan distribusi soal pada hari H pelaksanaan ujian nasional

Siswi Hamil Boleh Mengikuti Ujian Nasional

      Dalam pelaksanaan ujian nasional tahun 2012 ini ada hal yang cukup menarik,

yakni desakan agar pemerintah mengizinkan siswi yang hamil mengikuti
ujian nasional. Desakan tersebut muncul dari kalangan wakil rakyat
disejumlah daerah yang sebelumnya melarang siswi hamil mengikuti ujian
nasional. Desakan serupa juga datang dari Perkumpulan Keluarga Berencana
Indonesia- PKBI yang mendesak pemerintah untuk mengizinkan siswi hamil
mengikuti ujian nasional. 
      Desakan tersebut didasari pertimbangan terhadap hak setiap siswa atau peserta
didik untuk memperoleh jenjang  yang lebih tinggi, termasuk mengikuti
pelaksanaan ujian nasional. Berbagai desakan tersebut kemudian direspon
oleh Menteri Pendidikan Nasional Muhamad Nuh yang dengan tegas
menyatakan siswi hamil diizinkan mengikuti ujian nasional. 
     Menurut Muhamad Nuh, mengijkuti ujian nasional merupakan hak setiap peserta
didik dalam kondisi apa pun dan tidak ada Undang-Undang atau kebijakan
yang melarang siswi hamil mengikuti ujian nasional. Terkait kekhawatiran
terulang kembali kecurangan pelaksanaan ujian nasional yang terjadi
pada tahun-tahun sebelumnya, di Yogyakarta Dinas Pendidikan DIY
mendirikan posko aduan ujian nasional. 
     Posko aduan ujian nasional dibuka sebagai sarana pengaduan dari masyarakat
selama pelaksanaan ujian nasional SMA/SMK/MA yang berlangsung mulai
Senin, 16 April 2012. Posko aduan ujian nasional dibuka untuk melayani
masyarakat umum yang meminta informasi, pengaduan, kerusakan, maupun
permasalahan yang berhubungan dengan pelaksanaan ujian nasional.
Keberadaan posko aduan ujian nasiona juga mudah dijangkau, yakni berada
di kantor dinas Pendidikan DIY.


Ujian Nasional – Surat Pernyataan

     Untuk menghindari adanya perbuatan curang dalam pelaksanaan ujian nasional,

mulai tahun 2012 ini setiap peserta ujian nasional wajib menandatangani
pernyataan bahwa dia akan mengerjakan soal ujian nasional dengan jujur.
Kewajiban peserta ujian nasional untuk menandatangi penyataan
mengerjakan UN dengan jujur tertuang dalam prosedur operasi standar UN
untuk jenjang SMP dan SMA sederajat tahun ajaran 2011-2012. 
      Penandatanganan pernyataan kejujuran, dilakukan pada pelaksanaan ijian nasional tingkat SMA/MA dan SMK yang berlangsung pada 16-19 April 2012 dan tingkat SMP
sederajat yang dilaksanakan pada 23-26 April 2012. Selain meminta
peserta ujian nasional menandatangani pernyataan kejujuran, Kemendiknas
juga telah membagi soal-soal ujian nasional dalam beberapa tipe soal
yang diacak. Hal tersebut untuk menghindari kecurangan dan kebocoran
soal ujian nasional. 
       Seharusnya para peserta didik yang akan menempuh ujian nasional tidak perlu resah
atau galau. Saat ini, sudah tersedia banyak fasilitas untuk belajar
secara mandiri, misalkan saja dengan mengakses soal-soal latihan ujian
nasional melalui internet. Belajar dengan tekun dibarengi dengan doa,
tentu akan meningkatkan rasa percaya diri dalam menghadapi ujian nasional. Dengan bekal latihan soal dan terus belajar, tidak perlu lagi mencari bocoran soal yang belum tentu kebenaranya. 


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar